Akhir Jerome Valcke di FIFA Harus Menjadi Pelajaran Buat PSSI

Di Kompas TV tadi pagi saya mendengar berita terbaru tentang FIFA. Yah, sosok yang sudah familiar bagi persepakbolaan Indonesia karena sering bertemu dengan PSSI yaitu Jerome Valcke kini kena gusur FIFA. Jerome Valcke ramai diberitakan media-media internasional, dan disebut-sebut ikut melatari keputusan mundurnya Sepp Blatter dari kursi presiden FIFA yang sudah didudukinya sejak 1998. New York Times melaporkan bahwa seorang petinggi FIFA lainnya tengah diselidiki terkait dugaan kasus suap senilai 10 juta dolar AS. Petinggi FIFA yang dimaksud itu adalah Valcke, sekjen FIFA yang disebut mereka sebagai "letnan" dari Blatter.

Valcke --yang selama ini sering menandatangani surat-surat FIFA untuk PSSI, termasuk sanksi pada 30 Mei lalu-- disebut melakukan sejumlah transfer untuk petinggi-petinggi FIFA lainnya pada tahun 2008. Salah satunya adalah transfer senilai 10 juta dolar AS kepada eks wakil Presiden FIFA, Jack Warner. Transfer tersebut menjadi salah satu pangkal penyelidikan yang dilakukan FBI belakangan ini --yang lantas berujung pada penangkapan sejumlah petinggi FIFA pekan lalu. Warner disebut menerima uang dari Valcke tersebut untuk mengamankan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010.

Dari laman Wikipedia, Valcke dulunya adalah seorang wartawan di stasiun televisi Prancis, Canal+. Ia sempat menduduki jabatan tinggi di bagian olahraga, sebelum banting setir ke perusahaan sport agency di tahun 2002. Ia bekerja di Sportfive yang bermarkas di Jenewa, Swiss, sebagai Chief Operating Officer. Hanya satu tahun di perusahaan sport agency, Valcke bergabung ke FIFA pada musim panas 2003. Posisinya adalah direktur pemasaran dan TV (Director of Marketing & TV).

Pada 7 Desember 2006, sebuah pengadilan di New York menyatakan Valcke berbohong tentang perannya sebagai direktur marketing dalam negosiasi sponsorship dengan VISA, yang merupakan rival utama dari Mastercard, yang sudah lama menjadi partner FIFA. Akibatnya, FIFA dihukum denda sebesar 60 juta dolar.
Jerome Valcke (inimag.com)
Valcke tetap merasa tidak bersalah dari kasus tersebut, tapi kemudian dibebastugaskan bersama tiga karyawan lain oleh FIFA. Dalam pernyataan resminya pada 12 Desember 2006, FIFA mengatakan, "negosiasi-negosiasi itu telah melanggar prinsip-prinsip bisnis kami ... FIFA tak bisa menolerir tindakan seperti itu dari karyawannya". FIFA akhirnya "berdamai" dengan Visa dan Mastercard dengan biaya 90 juta dolar.

Dalam pernyataan persnya pada Rabu (17/9/2015), FIFA mengatakan: "....Sekretaris Jenderal dibebaskan dari tugasnya sampai ada pengumuman lanjutan. "Lebih lanjut, FIFA menyadari ada sejumlah tuduhan yang dialamatkan kepada Sekretaris Jenderal. Itu sebabnya FIFA secara resmi memohon pada Komite Etik FIFA agar melakukan penyelidikan." Pernyataan yang singkat dari FIFA. Tapi pelbagai media meyakini, keputusan untuk orang Prancis berusia 54 itu merupakan efek pembersihan di organisasi penguasa sepak bola dunia. 

Pelajaran buat PSSI

Nah efek pembersihan di FIFA itu semoga menular sampai ke Indonesia. Presiden yang sedang bersih-bersih Negara Indonesia juga ikut membersikan PSSI melalui Menpora. Semoga PSSI semakin bersih dari orang-orang lama, para mafia sepakbola yang sudah menggerogoti sepakbola dengan kepentingan politis. Mendompleng sepakbola untuk menggerek suara pada saat PILKADA. Semoga sepakbola kembali ke jalurnya sebagai tempat bermain bola dan supporter bisa kembali ke stadion dengan ramai karena bersih dan noda-noda praktik busuk yang mengotori sportivitas. 

Jika PSSI sudah bersih maka Liga Indonesia bisa berjalan dengan baik. Semua tim sepakbola bisa bermain dengan lepas tanpa ada tekanan dari petinggi-petinggi politik yang duduk nyaman di sofa empuk VVIP Stadion. Oh iya, supporter sepakbola juga mudah-mudahan bisa bersih dari segala aktivitas yang tidak baik. Ingatlah, mendukung kebaikan tim sepakbola maka kebaikan juga yang akan datang kepada kita.



5 komentar:

  1. Sekretaris jenderal FIFA ini terancam hukuman berat untuk tuduhan korupsi dan penyuapan yang dialamatkan kepadanya

    Selain soal penjualan tiket Piala Dunia, pria Prancis itu juga dituduh ikut terlibat dalam pembayaran suap $10 juta kepada Jack Warner, mantan presiden CONCACAF, agar memberikan suaranya kepada Afrika Selatan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010.

    Valcke menyangkal segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

    BalasHapus
  2. walaupun di sanksi tetap maju sepak bola indonesia

    BalasHapus
  3. hidup persepak bolaan indonesia..semoga kg ada korupsi lgi

    BalasHapus
  4. Korupsi ada dimana-mana...dipolitik, disepak bola...
    Mungkin banyak lg yg blm terbongkar, valcke ini aja yg baru ketahuan
    nice post

    BalasHapus
  5. korupsi dimana-mana. tidak mengenal orang dan waktu. di luar negeri juga ada.

    BalasHapus