Festival
Teater Cirebon siap digelar oleh Teater Tjaaroeban untuk kali ke-3 di Gedung
Kesenian Nyimas Rarasantang, Komplek Perkantoran Bima, Cirebon, pada 2-11 April
2017 mendatang. Acara yang akan berlangsung selama 10 hari ini mengahadirkan
sejumlah pertunjukan teater, workshop artistik
pertunjukan, dan diskusi mengenai seni pertunjukan yang akan diisi oleh
kelompok serta tokoh teater dari
beberapa kota dari Pulau Sumatera hingga Nusa Tenggara Timur.
Festival
tahunan yang diselenggerakan setiap bulan April oleh Teater Tjaroeban ini
mengangkat tema “membumikan Tradisi” dengan maksud mencoba menggali, mendekatkan
serta mengangkat kekayaan budaya lokal sebagai fokus tematik baik secara
bentuk, cerita, ataupun konsep pertunjukan teater yang akan di tampilkan oleh
pengisi acara.
Selama
10 hari, Festival ini akan menyuguhkan 19 pertunjukan teater dari sejumlah
kelompok teater Indonesia, yang terbagi menjadi dua kategori pertunjukan.
Pertama, Pertunjukan Reguler, terdiri dari 16 pertunjukan teater selama 8 hari,
Kedua, Pertunjukan Bintang Tamu, terdiri dari
3 pertunjukan teater oleh tokoh teater tanah air. Dalam sehari ada dua
pertunjukan teater yaitu, pukul 15.00 WIB dan 19.30 WIB.
Di
hari pertama akan diisi oleh Teater Cassanova (Bandung) dengan judul “Grounded,
Insatalasi Rindu”, kemudian dilanjut dengan Sandiwara Jayabaya Cirebon pada
malam hari. Hari kedua diisi Teater KMT ISBI (Bandung) dengan judul “Governanati
Vollia” pada sore hari dan disusul dengan lakon “Syekh Siti Jenar” oleh Teater Awal Bandung. Di hari ketiga
pertunjukan diawali oleh Hima Teater ISBI Aceh dengan judul “Ala Hai Doe”
setelah itu HIMA Teater IKJ akan tampil
dengan judul “Surat Pada Gubernur”. Hari Keempat diisi oleh Teater Payung Hitam
dengan Karyanya “Host Paste di malam hari. “Sarip Tambak Oso Buka Mulut” oleh
HIMA Teater STKW Surabaya mengawali hari kelima sebelum lakon “Inga Benga” oleh
Nara Teater NTT. Hari keenam “Sabai Nan Aluih” akan ditampilkan oleh HIMA
Teater ISI Padang Panjang, dilanjut oleh Sanggar Seni Darsah Palu dengan judul
“Ngata Toro”.
HIMA
Teater ISI Yogyakarta dengan judul “Pintu Janur” tampil di hari ketujuh yang
disusul oleh Teater Satu Lampung dengan
lakon “Wanci”. Di hari kedelapan lakon “Kahiu Menangis” oleh ITBT Kalimantan
tampil di sore hari, dilanjut dengan lakon “020492” oleh Padepokan Seni Madura.
Rawayan Ceta Tasikmalaya dengan lakon “Lawan Catur” tampil dihari kesembilan,
dilanjut oleh SFN Labs NTB dengan lakon “Tuak Tiga Kopek”.
Selain
pertunjukan teater akan ada Workshop Artistik Pertunjukan oleh Dosen Artistik
ISBI Bandung yaitu, Joko Kurnain, M.Sn, pada 3-10 April 2017, Pukul 09.00
WIB-selesai. Selam 3 hari para peserta mendapatkan materi dan dilanjut dengan
penerapan materi secara langsung selama 4 hari dengan hasil yang akan
dipamerkan di penutupan acara. Pada tanggal 11 april 2017, 15.00 WIB akan
diadakan diskusi santai membahas tema acara yaitu “membumikan Tradisi” bersama
tokoh teater, Putu Wijaya.
Hari
terkahir festival akan ditutup oleh pertunjukan khusus oleh N. Riantiarno, tokoh teater Indonesia asal Cirebon yang
berkiprah dengan Teater Koma. Bersama istri, Ratna Riantiarno akan membawakan
lakon “Tanda Cinta”. Selanjutnya Putu Wijaya, tokoh teater yang dikenal sebagai
bapak teater Indonesia ini akan menutup seluruh rangkaian acara Festival Teater
Cirebon 3. Bersama istri, Dewi Putu Wijaya, serta anaknya Taksu Wijaya akan
membawakan lakon “OH” sebagai bentuk
interpretasi tema “membumikan Tradisi”.
Pada Festival
Teater Cirebon 3, Teater Tjaroeban selaku penyelenggara didukung sejumlah pihak
salah satunya Bakti Budaya Djarum Foundation dan juga sejumlah kelompok teater Cirebon
yaitu Teater Awal Cirebon, Teater Reka, Teater Cupumanik, Teater Roempoet,
Teater K12B, Teater Anksa dan Teater Rantai Biru untuk mensukseskan acara.
Penyelanggara
berharap melalui acara ini dapat meningkatkan kembali apresiasi seni khususnya
seni pertunjukan di wilayah cirebon khususnya dan Indonesia umumnya, serta
dapat menjadi wadah bersilaturahmi antar penggiat seni, masyarakat umum maupun
pihak-pihak yang terkait di bidang seni dan budaya.
Sekilas Teater Tjaroeban
Teater Tjaroeban didirikan
pada tanggal 20 September 2014. Teater Tjaroeban merupakan sebuah wadah untuk
menampung kreativitas generasi muda dibidang kesenian tradisional ataupun
modern, baik seni teater, seni musik, seni tari dan seni lainnya. Salah satu
tujuan kami adalah merangsang kreativitas seni di kalangan pelajar dan
mahasisiwa khususnya, serta masyarakat pada umumnya. Kami terus berusaha untuk
turut mengembangkan kehidupan berkesenian di Kota Cirebon. Pada tahun 2014 dan
2015 Teater Tjaroeban berhasil meraih prestasi dalam kegiatan Pasanggiri Teater
se-Jawa Barat. Teater Tjaroeban berhasil mendapatkan gelar sebagai Best
Performance dan Best Director. Email: Tjaroeban.inc@gmail.com Contact Person: Panji 08987395836 Sartika 083824001102
![]() |
| Festival Teater Cirebon: membumikan Tradisi |

Wah ini bagi pecinta dunia teater pasti berasa surga banget...
BalasHapusYg saya tau cuman teater koma, zaman sma dulu..entah gimana kabarnya sekarang?