"The reality about transportation is that it's future-oriented. If we're planning for what we have, we're behind the curve" Anthony Foxx
Pagi hari di sabtu yang cerah tanggal 26 November 2016, rombongan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan PT PP serta Dinas Perhubungan Kota Bandung bertamu ke pendopo Kota Bandung. Ridwan Kamil antusias menyambut tamu yang datang walaupun sekilas tampak lelah, kantung di kelopak matanya berbicara banyak. Di sela-sela rombongan tersebut, beberapa blogger dari Bandung dan Jakarta turut hadir.
Pagi hari di sabtu yang cerah tanggal 26 November 2016, rombongan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan PT PP serta Dinas Perhubungan Kota Bandung bertamu ke pendopo Kota Bandung. Ridwan Kamil antusias menyambut tamu yang datang walaupun sekilas tampak lelah, kantung di kelopak matanya berbicara banyak. Di sela-sela rombongan tersebut, beberapa blogger dari Bandung dan Jakarta turut hadir.
Pertemuan digelar di ruang Arab, demikian Ridwan Kamil menceritakan ruangan yang dimaksud. Beberapa kaligrafi terpasang di bagian plafond. Demikian juga di bagian-bagian seperti di atas pintu keluar. “Ruangan ini dihias oleh walikota sebelumnya, ruangan yang bersejarah karena di sini Presiden pertama RI melamar ibu Inggit Garnasih” lanjut Ridwan Kamil kepada para tamu.
| Apakah Metro Kapsul Akan Menjadi Solusi Transportasi Publik di Bandung? (Iden Wildensyah - Inimagz.com) |
Suasana sangat akrab, masing-masing melontarkan celotehan
keakraban khas Indonesia. Setelah dipersilahkan, mulailah masing-masing dari
tamu undangan menyampaikan maksud dan tujuannya. Dimulai dari kementerian perhubungan
yang memaparkan tentang inovasi untuk menjawab kebutuhan mobilisasi masa dari
satu titik ke titik yang lain.
Kebutuhan transportasi publik untuk memindahkan barang dan jasa dari beberapa titik di Kota Bandung memang masih dalam bentuk wacana. Beberapa sudah dijadikan sebagai program rutin dan terelasasi dengan baik. Bus sekolah dan peremajaan Damri yang dibuat lebih manusia. Ridwan Kamil menyampaikan bagaimana peliknya masalah transportasi ini. Kota Bandung yang awalnya hanya diciptakan untuk 300 penduduk berubah menjadi sekitar 3 juta penduduk dengan tambahan siang hari kurang lebih 2 juta penduduk yang masuk Kota Bandung dari berbagai daerah termasuk daerah penyangganya.
Kebutuhan transportasi publik untuk memindahkan barang dan jasa dari beberapa titik di Kota Bandung memang masih dalam bentuk wacana. Beberapa sudah dijadikan sebagai program rutin dan terelasasi dengan baik. Bus sekolah dan peremajaan Damri yang dibuat lebih manusia. Ridwan Kamil menyampaikan bagaimana peliknya masalah transportasi ini. Kota Bandung yang awalnya hanya diciptakan untuk 300 penduduk berubah menjadi sekitar 3 juta penduduk dengan tambahan siang hari kurang lebih 2 juta penduduk yang masuk Kota Bandung dari berbagai daerah termasuk daerah penyangganya.
![]() |
| Menteri Perhubungan Budi Karya dan Walikota Bandung Ridwan Kamil (iden wildensyah -inimagz.com) |
Solusi mengurangi kemacetan dengan pengaturan kuota
penerimaan siswa baru berdasarkan jarak tempat tinggal. Hal ini dilakukan untuk
mengurangi jam-jam macet karena antar jemput anak sekolah. Dari beberapa
pengamatan, titik-titik kemacetan ini memang rata-rata berasal dari titik
sekolah-sekolah di Kota Bandung yang menaik dan menurunkan anak sekolah pada
jam-jam tertentu.
Metro Kapsul Sebagai
Solusi
Masalah transportasi publik ini bukan hanya terjadi di Kota
Bandung. Hampir di setiap kota-kota besar di Indonesia mengalami masalah untuk
penduduk. Banyak yang beralih ke kendaraan pribadi karena efektivitas kendaraan
umum yang dinilai kurang. Misalnya naik angkutan kota dengan harga ongkos yang
mahal dan waktu yang lama. Mengetem di satu tempat untuk mengumpulkan penumpang
membuat kapok beberapa penumpang.
Jalan pintas mengambil transportasi pribadi menjadi pilihan
yang rasional. Membeli mobil untuk yang cukup secara finansial. Sementara yang
lain dengan Rp 500.000,- saja sekarang sudah bisa mengambil kendaraan bermotor.
Walaupun dengan mencicil setiap bulan tetapi masalah klasik tranportasi bisa
diselesaikan. Efeknya penumpang yang naik angkutan kota menjadi berkurang. Efek
lainnya, kendaraan pribadi menjadi bertambah.
Di pertemuan sabtu pagi yang cerah, Kementerian Perhubungan lewat Menteri Budi Karya menyampaikan gagasan untuk membangun percontohan Metro Kapsul di Kota Bandung dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Tahap awal, ia menawarkan sekitar 3 Kilometer.
Ada banyak sekali kelebihan Metro Kapsul yang dipaparkan
dalam kesempatan pagi itu. Inilah kelebihan dari metro kapsul sebagai moda
transportasi baru:
2. Proses pembangunan tanpa mengganggu lalu lintas karena bisa dikerjakan pada malam hari mulai pukul 22.00 sampai dengan 05.00. Tahapan konstruksi dapat selesai dalam satu malam dan minim lahan konstruksi di Media Jalan atau Trotoar.
3. Bebas polusi dan bebas bahan bakar. Metro Kapsul sangat ramah lingkungan karena menggunakan tenaga listrik, 4 motor listrik sebagai penggerak. Metro Kapsul juga memiliki bateri cadangan di dalamnya jika ada gangguan listrik.
4. Waste to energy. Pemanfaatan material biomass dan non biomass dapat dijadikan sumber listrik dengan terlebih dahulu melewati beberapa proses sebagai sumber energi penggerak metro kapsul.
Metro Kapsul dibuat oleh putera bangsa dengan menggunakan komponen lokal sekitar 95% dari total komponen yang digunakan.
Tantangan Metro
Kapsul
Tunggu dulu, sebelum benar-benar menerima Metro Kapsul
sebagai solusi transportasi. Jauh sebelum muncul wacana Metro Kapsul sebenarnya
sudah muncul ide LRT (Light Rapid Transport) sebelumnya di Kota Bandung yang sama untuk mengurangi
kemacetan. Bus Kota dianggap sudah menjadi solusi untuk beberapa titik walaupun
tetap ketika terjerembab di lautan macet seperti di Jalan Otoiskandardinata
atau di kawasan Pasar Baru, bus kota tetap saja merayap-rayap turut serta
menjadi bagian dari kemacetan. Beda ceritanya dengan membuat jalur khusus
semacam busway yang sukses dibangun di Jakarta. Bus bisa melaju dan menjadi
buruan banyak penumpang yang membutuhkan mobilitas tingggi.
Nah, setelah itu kemudian muncul juga kereta gantung yang akan menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya persis seperti kota di Amerika Latin. Nasib kereta gantung juga belum terdengar lagi setelah disampaikan jauh-jauh hari. Masyarakat tidak tahu masalah yang muncul karena hanya mengetahui belum dibangun. Bisa jadi kemudian terlupakan dan hilang ditelan isu serta masalah perkotaan lainnya.
Berkaca dari dua pengalaman tadi, metro kapsul harus mampu hadir untuk menjawab keraguan yang muncul. Persis seperti yang disampaikan oleh Ridwan Kamil dalam kesempatan itu, “Masyarakat itu butuh bukti, bangun kemudian biarkan masyarakat yang menilai”. Yah, masyarakat kadang butuh bukti itu, bukan sekadar wacana-wacana pembangunan. Bukti nyata yang Ridwan Kamil sampaikan misalnya penataan taman-taman kota yang terasa manfaatnya oleh masyarakat. Demikian juga dengan bus Bandros yang kini menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat ke kota Bandung.
Metro Kapsul sebagai karya anak bangsa sudah sepatutnya diapresiasi sebagai kebanggaan Indonesia. Kalau bukan kita yang mengapresiasi maka jangan heran jika banyak inovasi yang dibuat oleh anak bangsa dan dinikmati oleh negara lain.

wah,hebat juga ya putra bangsa. semoga jika metro kapsul berhasil juga bisa menyentuh kota-kota metropolitan lain
BalasHapusaamiin... mari doakan semoga hadir juga di kota-kota lainnya :)
HapusWui.... bisa 24000 penumpang....
BalasHapusSemoga proyek metro kapsul tidak terbengkelai seperti proyek transportasi mahal lainnya
iya itu juga harus jadi catatan, jangan sampai terbengkalai
Hapuswah baru kemarin saya lihat di Cihampelas sedang dbangun semacam catwalk untuk trotoar dan PKL. kayakna bakal jadi sesuatu yang keren banget kalau udah jadi.
BalasHapusapalagi kalau ditambah Metro Kapsul, Bandung mungkin banget jadi sebuah kota yang punya penampakan futuristik.
oh iya mas kalau kebetulan cari tips fotografi mampir juga dong ke blog saya di
gariswarnafoto[dot]com
yuk mariii
siap meluncur ke lokasi gan :)
Hapus