Pohon adalah jenis mahluk hidup yang sangat penting bagi kehidupan manusia juga mahluk-mahluk yang lainnya. Di sebut mahluk hidup karena pohon tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan pohon dimulai dari biji sampai tumbuh tunas kemudian menjadi besar, berbunga, berbuah dan akhirnya tumbuh pohon baru.
Hutan yang sangat lebat tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya pohon dengan berbagai jenis dan kelompoknya. Pohon atau juga pokok ialah tumbuhan yang berkayu, dan terbagi menjadi dua kelompok tumbuhan: Pertama kelompok pohon berakar tunjang (dikotil) terdiri dari batang pohon merupakan batang utama yang tumbuh tegak tajuk pohon, akar, dan akar tunjang berfungsi untuk memperkokoh berdirinya pohon. Batang pohon merupakan bagian utama pohon, dan menjadi penghubung utama dengan bagian akar sebagai penyerap air, dan mineral, Cabang adalah juga batang, tetapi berukuran lebih kecil dari berfungsi memperluas ruang bagi pertumbuhan daun sehingga mendapat lebih banyak cahaya matahari dan juga menekan tumbuhan pesaing di sekitarnya. Batang dibalut dengan kulit yang melindungi batang dari kerusakan, dan cabang yang lebih kecil ialah ranting, dan daun untuk ber fotosintesis. Kedua kelompok pohon berakar serabut (monokotil) terdiri dari pohon, akar, pelepah, dan daun, pohon berakar serabut tidak bercabang contoh pohon kelapa.
Kehadiran pohon-pohon di hutan ini membuat banyak hewan-hewan lainnya berdatangan. Pohon dan hewan adalah bentuk hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain. Di sebuah hutan yang hewan-hewannya masih terjaga dengan baik secara tidak langsung akan menjaga luasan hutan itu sendiri. Sebaran biji-biji dari buah yang dimakan oleh hewan bisa membuat luas hutan semakin bertambah setiap tahunnya. Misalnya seekor monyet memakan buah jambu maka biji jambu yang tertelan oleh monyet tersebut akan keluar bersamaan dengan kotorannya. Biji yang tertinggal di kotoran monyet akan tumbuh seiring waktu.
Kita lihat juga hubungan yang saling menguntungkan ini misalnya pada tanaman kopi dengan luwak. Luwak yang memakan buah kopi kemudian akan membuang kotorannya di tempat lainnya. Setelah itu tumbuh kopi baru di tempat yang lain tanpa ada proses intervensi manusia. Melihat dua contoh tadi, suksesi alami yang terjadi di hutan bisa terjadi tanpa bantuan manusia dengan catatan laju pembukaan hutan untuk pertanian atau kebutuhan industri bisa dikurangi.
Fungsi Pohon
Menurut Ir Sobirin, dewan Pakar DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan lingkungan Tatar Sunda), Pohon adalah makhluk hidup yang tidak bisa berjalan tetapi memberikan peran yang signifikan bagi mahluk yang berjalan, beberapa fungsi pohon di atas tanah diantaranya adalah: (1) Menghasilkan oksigen 1,2 kg/pohon/hari (2) Membuat teduh/ sejuk, (3) Menyerap panas 8x lebih banyak (4) Menjaga kelembaban, (5) Menguapkan ¾ air hujan ke atmosfir (6) Menyerap debu (7) Mengundang burung (8) Membuat keindahan.
Sementara itu fungsi pohon di bawah tanah diantaranya adalah: (1) Menyerapkan air ke tanah (2) Mengikat butir-butir tanah (3) Mengikat air di pori tanah dengan kapilaritas dan tegakan permukaan
Ancaman Terhadap Pohon Endemik di Hutan Alami
Baiklah kita lihat sisi yang lainnya, pohon-pohon endemik sekarang mengalami banyak sekali gangguan dari manusia. Misalnya pembukaan hutan untuk pertanian adalah ancaman serius yang bisa memusnahkan pohon asli dari hutan tersebut. Kehadiran para penggarap yang datang dari luar daerah biasanya seringkali main babat pohon yang ada. Terkecuali untuk warga lokal atau penduduk masyarakat adat setempat. Biasanya mereka sangat mengetahui jenis-jenis pohon yang ada di hutannya. Mereka lebih berhati-hati jika sudah berhubungan dengan alam. Kita harus bersyukur karena masih ada masyarakat adat yang bisa menjaga secara alami hutan yang ada di pedalaman.
Ancaman kedua adalah perubahan hutan heterogen menjadi hutan homogen. Ini adalah ancaman yang nyata karena di beberapa tempat di hutan di Indonesia sudah banyak tergerus hutan heterogen menjadi hutan homogen. Letak ancamannya lebih luas karena menyangkut flora dan fauna endemik yang sebelum ada di hutan tersebut. Bergantinya hutan heterogen menjadi hutan homogen ini misalnya pada perkebunan sawit, hutan pinus, hutan jati, dan masih banyak lagi. Bayangkan berapa jenis hewan yang bergantung pada satu jenis pohon. Jika pohon tersebut dihilangkan, maka hilangnya keanekaragaman yang ada di hutan tersebut.
Pohon di Pinggi Jalan
Penghijauan untuk suatu kota yang padat penduduknya akan sangat menolong orang di sekitarnya meneduhkan jalan-jalan, maupun mengurangi pantulan jalan cahaya dari bangunan disekitarnya dan penyaring debu polusi udara yang dikeluarkan dari kendaraan-kendaraan, dan kebisingan yang ditimbulkan dari suara kendaraan dan suhu-suhu dari bangunan bertingkat yang banyak menggunakan kaca yang menyebabkan kenaikan suhu di lingkungan sekitar.
Menanam pohon di pinggir jalan perlu diperhatikan dalam menempatkannya. Misalnya, lebar jalan dan berm (pembatas jalan biasanya berwarna hitam putih), serta kecepatan minimum dari kendaraan yang lewat. Memperhatikan intalasi-intalasi yang ada baik diatas maupun dibawah berm maksudnya agar perakaran dari pohon tadak terlalu mengganggu intalasi tersebut. Jarak penanaman agar tercapai pertumbuhan sempurna dari pohon pelindungnya. Arah cahaya matahari, pertimbangan ini dimaksudkan agar supaya rumah penduduk yang berada ditepi jalan tetap mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Jika ditempatkan dengan baik pohon, pohon yang sudah ditata akan memberikan estetika lahan yang baik pula.
Sangat menarik bukan? yah, pohon memang memiliki banyak makna untuk kehidupan. Untuk itu, mari kita jaga pohon-pohon yang sudah ada. Lebih bagus lagi dengan menanam pohon di berbagai tempat yang sudah sedikit pohonnya. Kehidupan akan memberikan hal positif ketika kita mampu memberikan nilai yang positif juga.
Hutan yang sangat lebat tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya pohon dengan berbagai jenis dan kelompoknya. Pohon atau juga pokok ialah tumbuhan yang berkayu, dan terbagi menjadi dua kelompok tumbuhan: Pertama kelompok pohon berakar tunjang (dikotil) terdiri dari batang pohon merupakan batang utama yang tumbuh tegak tajuk pohon, akar, dan akar tunjang berfungsi untuk memperkokoh berdirinya pohon. Batang pohon merupakan bagian utama pohon, dan menjadi penghubung utama dengan bagian akar sebagai penyerap air, dan mineral, Cabang adalah juga batang, tetapi berukuran lebih kecil dari berfungsi memperluas ruang bagi pertumbuhan daun sehingga mendapat lebih banyak cahaya matahari dan juga menekan tumbuhan pesaing di sekitarnya. Batang dibalut dengan kulit yang melindungi batang dari kerusakan, dan cabang yang lebih kecil ialah ranting, dan daun untuk ber fotosintesis. Kedua kelompok pohon berakar serabut (monokotil) terdiri dari pohon, akar, pelepah, dan daun, pohon berakar serabut tidak bercabang contoh pohon kelapa.
| Kegiatan Penanaman Pohon Oleh Siswa Sekolah Alam Bandung |
Kehadiran pohon-pohon di hutan ini membuat banyak hewan-hewan lainnya berdatangan. Pohon dan hewan adalah bentuk hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain. Di sebuah hutan yang hewan-hewannya masih terjaga dengan baik secara tidak langsung akan menjaga luasan hutan itu sendiri. Sebaran biji-biji dari buah yang dimakan oleh hewan bisa membuat luas hutan semakin bertambah setiap tahunnya. Misalnya seekor monyet memakan buah jambu maka biji jambu yang tertelan oleh monyet tersebut akan keluar bersamaan dengan kotorannya. Biji yang tertinggal di kotoran monyet akan tumbuh seiring waktu.
Kita lihat juga hubungan yang saling menguntungkan ini misalnya pada tanaman kopi dengan luwak. Luwak yang memakan buah kopi kemudian akan membuang kotorannya di tempat lainnya. Setelah itu tumbuh kopi baru di tempat yang lain tanpa ada proses intervensi manusia. Melihat dua contoh tadi, suksesi alami yang terjadi di hutan bisa terjadi tanpa bantuan manusia dengan catatan laju pembukaan hutan untuk pertanian atau kebutuhan industri bisa dikurangi.
Fungsi Pohon
Menurut Ir Sobirin, dewan Pakar DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan lingkungan Tatar Sunda), Pohon adalah makhluk hidup yang tidak bisa berjalan tetapi memberikan peran yang signifikan bagi mahluk yang berjalan, beberapa fungsi pohon di atas tanah diantaranya adalah: (1) Menghasilkan oksigen 1,2 kg/pohon/hari (2) Membuat teduh/ sejuk, (3) Menyerap panas 8x lebih banyak (4) Menjaga kelembaban, (5) Menguapkan ¾ air hujan ke atmosfir (6) Menyerap debu (7) Mengundang burung (8) Membuat keindahan.
Sementara itu fungsi pohon di bawah tanah diantaranya adalah: (1) Menyerapkan air ke tanah (2) Mengikat butir-butir tanah (3) Mengikat air di pori tanah dengan kapilaritas dan tegakan permukaan
Ancaman Terhadap Pohon Endemik di Hutan Alami
Baiklah kita lihat sisi yang lainnya, pohon-pohon endemik sekarang mengalami banyak sekali gangguan dari manusia. Misalnya pembukaan hutan untuk pertanian adalah ancaman serius yang bisa memusnahkan pohon asli dari hutan tersebut. Kehadiran para penggarap yang datang dari luar daerah biasanya seringkali main babat pohon yang ada. Terkecuali untuk warga lokal atau penduduk masyarakat adat setempat. Biasanya mereka sangat mengetahui jenis-jenis pohon yang ada di hutannya. Mereka lebih berhati-hati jika sudah berhubungan dengan alam. Kita harus bersyukur karena masih ada masyarakat adat yang bisa menjaga secara alami hutan yang ada di pedalaman.
Ancaman kedua adalah perubahan hutan heterogen menjadi hutan homogen. Ini adalah ancaman yang nyata karena di beberapa tempat di hutan di Indonesia sudah banyak tergerus hutan heterogen menjadi hutan homogen. Letak ancamannya lebih luas karena menyangkut flora dan fauna endemik yang sebelum ada di hutan tersebut. Bergantinya hutan heterogen menjadi hutan homogen ini misalnya pada perkebunan sawit, hutan pinus, hutan jati, dan masih banyak lagi. Bayangkan berapa jenis hewan yang bergantung pada satu jenis pohon. Jika pohon tersebut dihilangkan, maka hilangnya keanekaragaman yang ada di hutan tersebut.
Pohon di Pinggi Jalan
Penghijauan untuk suatu kota yang padat penduduknya akan sangat menolong orang di sekitarnya meneduhkan jalan-jalan, maupun mengurangi pantulan jalan cahaya dari bangunan disekitarnya dan penyaring debu polusi udara yang dikeluarkan dari kendaraan-kendaraan, dan kebisingan yang ditimbulkan dari suara kendaraan dan suhu-suhu dari bangunan bertingkat yang banyak menggunakan kaca yang menyebabkan kenaikan suhu di lingkungan sekitar.
Menanam pohon di pinggir jalan perlu diperhatikan dalam menempatkannya. Misalnya, lebar jalan dan berm (pembatas jalan biasanya berwarna hitam putih), serta kecepatan minimum dari kendaraan yang lewat. Memperhatikan intalasi-intalasi yang ada baik diatas maupun dibawah berm maksudnya agar perakaran dari pohon tadak terlalu mengganggu intalasi tersebut. Jarak penanaman agar tercapai pertumbuhan sempurna dari pohon pelindungnya. Arah cahaya matahari, pertimbangan ini dimaksudkan agar supaya rumah penduduk yang berada ditepi jalan tetap mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Jika ditempatkan dengan baik pohon, pohon yang sudah ditata akan memberikan estetika lahan yang baik pula.
Sangat menarik bukan? yah, pohon memang memiliki banyak makna untuk kehidupan. Untuk itu, mari kita jaga pohon-pohon yang sudah ada. Lebih bagus lagi dengan menanam pohon di berbagai tempat yang sudah sedikit pohonnya. Kehidupan akan memberikan hal positif ketika kita mampu memberikan nilai yang positif juga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar