Pengalaman adalah guru terbaik, sebaik-baiknya guru ada mereka yang mampu memberikan pengalaman untuk anak didiknya. Mengajarkan wilayah Indonesia idealnya dengan langsung mengunjungi berbagai tempat yang menarik untuk belajar langsung di sana. Mengajarkan wilayah bukan sekadar wilayah fisik tetapi juga dengan segala hal yang terkait di dalamnya. Sosial dan budaya adalah dua hal yang juga sangat menarik untuk dikaji.
Sayangnya, wilayah Indonesia yang luas membuat jangkauan antar satu daerah dengan daerah lainnya tidak bisa dilewati dalam waktu yang singkat. Sehari atau dua hari sangat mustahil bisa mengelilingi Indonesia. Belum lagi wilayah kepulauan yang dipisahkan oleh lautan, jalur kendaraan darat terbatas sehingga tidak akan bisa menjangkau keseluruhan.
Untuk menyiasati pentingnya mengunjungi wilayah Indonesia, sebagai pendidik atau orangtua, kita bisa memanfaatkan banyak potensi pembelajaran di sekitar kita dengan traveling hemat bersama anak-anak. Ada banyak sekali pembelajaran penting dari sebuah proses traveling hemat tersebut. Inilah beberapa hal positif yang bisa kita dapatkan jika melakukan traveling bersama anak:
1. Traveling membukakan wawasan baru untuk anak-anak
 |
| Traveling hemat membuka wawasan baru untuk anak-anak (Iden Wildensyah) |
Traveling ke tempat-tempat menarik di Indonesia akan membukakan mata anak-anak tentang betapa luas dan beragamnya Indonesia. Begitu banyak variasi budaya di berbagai daerah di Indonesia. Setiap daerah memiliki corak yang berbeda dengan daerah lainnya. Perbedaan ini menambah kaya dan menarik jika diteliti lebih lanjut. Menginspirasi anak-anak dengan segala perbedaan ini akan menambah wawasan mereka untuk menjadi pribadi yang terbuka di kemudian hari.
2. Traveling mengajarkan kemandirian anak
 |
| Kemandirian Anak dibangun lewat traveling bersama (Iden Wildensyah) |
Sikap mandiri adalah salah satu tujuan pendidikan. Setiap orangtua tentu berharap anak-anaknya bisa mandiri saat mereka dewasa. Sebentuk pendidikan kemandirian ini bisa dilakukan dengan mengajak anak untuk traveling. Kemandirian ini bisa dilakukan dalam berbagai kegiatan keseharian selama traveling, misalnya menyiapkan sendiri baju yang akan dibawa, merencanakan sendiri hal yang akan dilakukan jika sudah sampai di tempat tujuan, merencanakan jalur traveling dan moda transportasi yang akan digunakannya. Merencanakan moda transportasi berhubungan dengan pembelian tiket dan sebagainya. Harapannya tentu kemandirian ini bisa menjadi pengalaman yang menarik buat anak-anak.
3. Traveling mengajarkan anak untuk menghormati budaya sekitar
 |
| Traveling mengajarkan anak menghormati budaya setempat (Iden Wildensyah) |
Anak yang sering diajak traveling akan terbiasa dengan nilai-nilai dan norma di luar kebiasaan sehari-harinya. Orangtua atau pendidik bisa mengajarkan anak untuk menghormati segala budaya di tempat yang dituju. Sikap penghormatan ini sangat mendasar dipelajari oleh anak. Anak yang tahu sopan santun dan menghormati orang lain akan menjadi pribadi yang baik dibandingkan anak yang tidak tahu norma dan kesantunan. Traveling bisa menjadi pintu masuk untuk mengajarkan arti pentingnya menghormati budaya sekitar.
4. Traveling memperat hubungan emosional antar keluarga
 |
| Traveling mempererat hubungan emosional antar keluarga (Iden Wildensyah) |
Traveling bisa menjadi salah satu bentuk healing untuk beberapa kasus dalam rumah tangga yang mengalami kerenggangan satu sama lain. Traveling sekeluarga misalnya menggunakan kendaraan pribadi untuk mengunjungi sebuah daerah tujuan seperti pantai, mendirikan tenda bersama-sama, memasak di alam terbuka, akan membuat hubungan emosional kembali erat. Kerjasama yang dibangun dalam kegiatan alam terbuka sudah terbukti mampu meningkatkan semangat, kepercayaan diri, dan mengobati hati yang luka. Saat memasak bersama-sama kemudian bercengkerama satu sama lain dengan meninggalkan peralatan teknologi semacam handphone atau tablet adalah obat yang tepat untuk kembali merajut emosi yang terpisah. Setiap ada masalah dalam perjalanan diselesaikan bersama-sama maka hubungan emosionalpun kembali erat.
5. Traveling mengajarkan anak menginap di tempat lain dari kebiasaan sehari-hari
 |
| Traveling mengajak anak untuk menginap di tempat lain diluar kebiasaan sehari-hari |
Variasi menginap saat melakukan traveling keluarga sangat dinantikan oleh anak-anak. Jika sehari-hari berada di kamar yang itu-itu saja, saat traveling orangtua bisa memilih banyak alternatif untuk bermalam bersama keluarga. Misalnya mencari tempat menginap seperti di
Zen Rooms, menginap di alam terbuka, menginap di mobil. Khusus untuk mobil ini banyak traveler dunia yang memodifikasi kendaraannya sehingga bisa berfungsi sebagai tempat menginap sementara jika perjalanan jauh dan penginapan belum ditemukan. Istirahat tidur adalah hal yang sama pentingnya dengan traveling itu sendiri. Untuk itu rencanakan sematang-matangnya agar saat anda menginap bersama keluarga bisa beristirahat dengan aman dan nyaman.
Kayanya traveling bukan bermanfaat bagi anak2 aja dech.
BalasHapusOrang tua juga perlu banget dengan yang namanya traveling. Dengan alasan yang sama buat anak2.
hehe.. benar juga :)
Hapus