Inilah Solusi dan Inovasi Keren Berbahan Dasar Tailing Untuk Dunia Konstruksi Indonesia

Nilai segala sesuatu di luar diri kita itu netral, kitalah yang memberikan nilai tersebut. Mau positif atau jadi negatif. Itulah kata-kata Gobind Vashdev yang selalu saya ingat. Termasuk dalam melihat sisi lain ini adalah tailing atau sirsat atau pasir sisa tambang. Sebagian memandangnya sebagai hal yang negatif, sebagian lagi melihatnya sebagai peluang yang positif. Hal yang wajar karena manusia diberi banyak sekali pengetahuan untuk menentuka ke arah mana hendak membawa ‘kesan’ dan ‘pikirannya’. Tidak bisa dihakimi hanya berdasar pada nilai yang negatif atau juga nilai yang positif. Keduanya tentu memiliki banyak sekali dasar argumentasi yang kuat untuk mempertanggungjawabkan nilai yang dihasilkan dari pemikirannya.

Tailing di beberapa tempat sangat merugikan lingkungan. Mengubah bentuk alami sebuah lingkungan dengan tumpukan tailing dalam jumlah yang besar. Mengubah bentang alam yang tadinya bagus menjadi tampak seolah-olah lautan pasir di sana sini. Pohon-pohon yang rindang kemudian mati secara perlahan karena unsur hara dalam tanah berubah drastis. Kemampuan tanah untuk mengolah bahan makanan menjadi berkurang. Tanah terlihat menjadi tandus tapi itu sementara saja. Seiring waktu, suksesi alami jika dikelola dengan baik bisa berubah kembali ke arah yang lebih baik. Tanah bisa kembali subur dan kemampuannya mengolah unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan akan kembali terjadi. Walaupun hal ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Tidak bisa instan, hari ini diguyur banyak pasir kemudian besok jadi bisa ditanami lagi itu hanya dalam mimpi.

Suksesi alami yang terjadi karena bencana alam gunung meletus misalnya, di awal-awal debu dan pasir panas dari lava yang berpijar menutupi sebagian besar permukaan tanah. Pohon-pohon mati, hewan mati, dan semua mahluk hidup pendukung kehidupan di sana bisa mati. Akan tetapi dalam waktu yang lama, tempat-tempat bekas luncuran lava dan debu vulkanik tersebut bisa kembali normal bahkan memberikan nilai yang sangat baik untuk pertanian karena mengandung unsur hara yang sangat subur. Tengok saja di wilayah dekat gunung berapi, kawasan pertanian bisa menjadi subur ditumbuhi sayuran dan pohon-pohonan yang dibutuhkan untuk kehidupan manusia.

Tailing Menjadi Bahan Konstruksi

Tailing atau pasir sisa tambang yang awalnya tidak bisa digunakan untuk mendukung kehidupan secara perlahan mampu menjadi pendukung bahan-bahan konstruksi seperti beton. Beton kualitas tinggi dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur di berbagai daerah di Indonesia. Beton pracetak dari campuran tailing sudah terbukti mampu menjadi solusi untuk pembangunan di daerah-daerah yang membutuhkan pembangunan infrastruktur.
Penggunaan Beton Berbahan Dasar Tailing di Dermaga

Salah satu contoh kongkrit pemanfaat tailing yang sudah dilakukan di Timika, Papua adalah Pelataran bandara dan taxiwaynya di bandara Mozes Kilangin. Bandara tersebut menggunakan tailing sebagai bahan dasar pelatarannya. Berapa nilai yang didapatkan dari pemanfaatan ini? Tentu kalau sudah hitung-hitungan ekonomi akan sangat besar. Ditambah berbagai pemanfaat lainnya di sekitar kawasan bandara seperti konstruksi jalan dan jembatan serta jalan-jalan di kawasan pemukiman lainnya yang menggunakan beton dari tailing ini.

Selain bandara, pembangunan kantor bupati Timika dan sarana prasarana pendukungnya menggunakan tailing untuk konstruksinya. Secara perhitungan biaya konstruksi jelaslah menguntungkan. Pemikiran mendasar menggunakan dan memaksimalkan potensi yang ada di wilayah sekitar bisa terwujud. Memaksimalkan bahan yang ada di sekitar bisa mengurangi ongkos distribusi bahan. Ongkos distribusi ini selalu membengkak bila jaraknya semakin jauh. Ongkos produksi, perjalanan, ekspedisi, perijinan dan segala rupanya bisa membuat perhitungan membengkak.
Distribusi material beton tailing pracetak dari pabrik ke lokasi proyek (dok. Masushita)
Memanfaatkan tailing sebagai bahan campuran beton bertulang adalah pilihan tepat. Solusi yang baik untuk memberi nilai positif dengan mengurangi dan mengubahnya menjadi barang yang bernilai untuk mendukung proyek konstruksi di Indonesia. Hal yang dibutuhkan kemudian adalah standarisasi serta perhitungan yang bisa dipertanggungjawabkan jika mengganti seluruh material konstruksi dengan campuran tailing.  


Inilah sebentuk solusi mendapatkan nilai lebih dari tailing. Selain berguna untuk mendukung infrastruktur juga mengurangi jumlah timbunan di beberapa daerah yang terkena dampak tailing ini. Secara otomatis dengan memperoleh manfaat yang besar untuk pendukung juga menjadi solusi pembangunan yang merata.

Inilah dokumentasi lainnya seputar penggunaan, proses pengiriman, dan aplikasi beton Lainnya
Aplikasi Beton Pracetak Tailing Untuk Jembatan (dok Masushita)
Pengangkutan ke lokasi proyek (dok. Masushita)
Hasil produksi di pabrik pengolahan beton (dok. Masushita)

Pasangan beton pracetak (dok. Masushita)

2 komentar:

  1. salosi dan inovasi yang sangat bagus ini... keren banget.... salam kenal...

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga menjadi kebaikan. terima kasih. salam kenal juga

      Hapus