Semua orang tahu kalau air itu adalah kebutuhan pokok yang
selalu menemani setiap saat. Dalam satu hari rata-rata seseorang membutuhkan
air bersih sedikitnya 27,7 liter. kira-kira 1,6 liter digunakan untuk air
minum, kemudian 6,8 liter untuk membersihkan badan, dan sisanya untuk sanitasi
dan mempersiapkan masakan sehari - hari.
Dari total berat badan, 65 % tubuh
manusia adalah air. sebagian besar air itu terdapat di darah dan di antara
sel-sel tubuh, sedangkan sisanya penting untuk organ-organ tubuh. sementara
itu, kandungan air dalam otak kita sekitar 90 %, jantung dan paru-paru 79 %,
otot atau daging 76 %, liver 70 % bahkan gigi yang keras sekalipun sebenarnya
10 %-nya adalah air.
Semakin bertambahnya penduduk serta laju pembangunan yang
keras, memberikan fakta lain seputar kebutuhan akan air ini. fakta menarik
seputar air minum dan penyehatan lingkungan diantaranya adalah kurangnya akses
terhadap air minum, sanitasi dan rendahnya hygiene menyebabkan penduduk di
negara berkembang, terutama anak-anak meninggal setiap tahunnya, lalu pada 10
tahun terakhir, penyakit diare membunuh anak - anak lebih banyak dibandingkan
jumlah korban perang dunia II. Di negara Cina, India dan Indonesia jumlah
penduduk yang meninggal akibat diare mencapai 2 kali jumlah penduduk yang
meninggal akibat HIV/AIDS.
![]() |
| Air dan kehidupan yang saling mendukung satu sama lain (inimagz.com) |
Lain lagi dengan korban perang di Afrika pada tahun
1998, sekitar 308 ribu penduduk yang meninggal akibat perang tetapi lebih dari 2
juta penduduk meninggal akibat penyakit diare. sementara itu studi di karachi
menunjukan bahwa penduduk yang tinggal di suatu daerah tanpa sanitasi yang
memadai dan tidak mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai hygiene memerlukan
dana untuk pengobatan kesehatan sebanyak 6 kali dibandingkan tinggal di daerah
yang memiliki fasilitas sanitasi.lalu kaum perempuan di Afrika dan Asia
menempuh jarak 6 km dengan berjalan kaki untuk mengambil air dari sumber. Mereka membawa air tersebut diatas kepala dengan berat rata - rata 20 kg.
Peran
air tawar bagi manusia
Air merupakan sumber kehidupan yang sangat mendasar, air
memiliki banyak peran dalam berfungsinya tubuh kita dan juga
tentunya semua mahluk yang ada di muka bumi ini karena itu 70 % tubuh kita
terdiri dari air, kita dapat hidup 2-3 minggu tanpa makan tapi hanya 3 hari
tanpa air. Kekurangan air biasanya juga menyebabkan sanitasi yang rendah karena
kemampuan ekosistem dalam menguraikan kotoran sangat bergantung pada jumlah air
yang cukup. Setiap tahun lebih dari tiga juta orang di dunia meninggal
karena penyakit terkait air Untuk produksi makanan 70 % air digunakan
untuk memproduksi makanan (pertanian) jumlah yang besar ini semakin tinggi lagi
dengan berkembangnya revolusi hijau.
Dalam bidang transportasi secara
tradisional air telah menjadi sarana transportasi yang murah dan efektif.
Penggunaan air yang berlebihan (baik air sungai langsung atau air tanah
disekitar sungai) telah menurunkan muka air sungai, sehingga tidak layak
menjadi transportasi lagi. Dalam bidang industri air digunakan dalam berbagai
aspek kegiatan industri terutama industri tekstil begitupula dengan pembangkit
tenaga listrik yaitu dengan pembuatan bendungan atau pemanfaatan energi
gelombang laut.
Terakhir air berperan dalam dunia rekreasi ini yang sering
dibicarakan terutama dalam kegiatan alam terbuka seperti ORAD, kayaking dsb.
Masalah Air
Ekploitasi berlebihan air karena peningkatan populasi maupun
penggunaan yang semakin konsumtif / boros. Sejak tahun 1950, secara global
penggunaan air telah berlipat sebanyak tiga kali, dua kali lebih cepat dari
peningkatan jumlah penduduk. Tinggi muka air tanah di semua benua saat ini
telah mencapai titik terendah dalam sejarah. Berkurangnya sumberdaya air
diperkirakan akan menjadi tantangan yang paling mendasar bagi keberlanjutan
manusia pada abad 21.
Pengerasan tanah, bangunan - bangunan beton, penggundulan
hutan dan penggantian hutan alam menjadi hutan industri telah mengurangi
pasokan air kedalam tanah ( menjadi air tanah) ini dikarenakan kemampuan menangkap
air hutan industri yang homogen jauh lebih kecil daripada hutan alam
(heterogen).
Menurunnya kualitas air diantaranya diakibatkan oleh limbah
manusia dan industri, limpasan air kota, pupuk kimia air buangan, logam berat
dan pestisida meracuni laut kita dan mengkontaminasi sungai dan air tanah.
Penyebaran ini sering mencapai jauh dari daerah asalnya karena bahan pencemar
terbawa sungai, arus laut dan uap air di udara. Pembakaran bahan bakar fosil
yang digunakan untuk menghasilkan energi telah menyebabkan hujan asam
mengkontaminasi saluran – saluran air kita.
Air dan Hari Bumi.
Hari air dan
hari bumi adalah dua moment yang saling melengkapi, lihat saja tema hari bumi
tahun 2004 mengusung air dan bencana (Water And Disarter) Hari bumi tahun 2003
bertema, air dan kehidupan (Water And Live). Sementara tahun 2005 yang lalu bertema, Save
Enviroment For Children, selama dua tahun, masalah air menjadi tema pokok hari
bumi yang biasa diperingati setiap tanggal 22 april.
Hari air sedunia yang
jatuh pada tanggal setiap tanggal 22 Maret perhatian akan sumber daya air
seolah bukan lagi satu isu lokal tapi sudah menjadi isu bersama seluruh negara.
Dalam situs Earth Day dituliskan bahwa, Hari Bumi 22 April, akan menandai awal
Kampanye The Green Generastion yang juga akan menjadi fokus dari 40 Peringatan
Hari Bumi pada tahun 2010.
Dengan negosiasi untuk kesepakatan iklim global yang
baru datang pada bulan Desember, Earth Day 2009 harus menjadi hari aksi dan
partisipasi sipil, untuk membela The Green Generasi prinsip-prinsip inti: (a)
Bebas karbon di masa depan berdasarkan energi terbarukan yang akan mengakhiri
ketergantungan bersama kami pada bahan bakar fosil, termasuk batubara. (b)
Seseorang komitmen untuk bertanggung jawab, konsumsi yang berkelanjutan. (c)
Penciptaan ekonomi hijau baru yang mengangkat orang keluar dari kemiskinan
dengan menciptakan jutaan kualitas pekerjaan hijau dan mengubah sistem
pendidikan global menjadi hijau.
Bencana
Kita lihat sekarang dengan bencana di
tanah air ini, bencana banjir dan longsor yang terus menerus menghantam
berbagai daerah dalam dekade lima tahun terakhir seperti di Aceh, Lampung,
Jakarta, Bandung, Cilacap, Purwokerto, Kebumen, Gorontalo adalah sebuah
hal yang patut menjadi perhatian semua pihak. Ambilah contohnya banjir akibat
luapan Sungai Citarum yang menenggelamkan puluhan rumah di Bandung Selatan,
lalu longsor di Ciwidey serta di Cianjur. Dr.Ing.Ir.Agus Maryono dalam bukunya
Eko - Hidraulik Pengembangan Sungai, menuliskan sedikitnya ada 5 faktor penting
penyebab banjir di Indonesia yaitu faktor hujan, faktor hancurnya retensi
Daerah Aliran Sungai ( DAS), faktor kesalahan perencanaan pembangunan alur
sungai, faktor pendangkalan sungai dan faktor kesalahan tata wilayah dan sarana
- prasarana.
Hujan bukanlah penyebab utama banjir dan tidak selamanya hujan
lebat akan menimbulkan banjir dan sebaliknya terjadi atau tidaknya banjir
justru sangat tergantung keempat faktor lainnya di atas. karena secara
statistik hujan sekarang ini merupakan pengulangan belaka dari hujan yang telah
terjadi jutaan tahun yang telah terjadi dimasa lalu. hujan sejak jutaan tahun
yang lalu berinteraksi dengan faktor ekologi, geologi dan vulkanik mengukir
permukaan bumi menghasilkan lembah, ngarai, danau, cekungan serta sungai dan
bantarannya.permukaan bumi tersebut kemudian memperlihatkan secara jelas dimana
lokasi - lokasi rawan banjir dari faktor hujan yang sangat sulit, bahkan
mustahil karena hujan adalah faktor ekstrem yang digerakan oleh iklim makro /
global.
Usaha yang masih bisa dilakukan adalah menjauhkan pemukiman, industri
dan pusat pertumbuhan lainnya di daerah banjir yang sudah secara historis
dipetakan oleh hujan. untuk mengurangi kerugian banjir akibat hujan ini, bisa
di kembangkan fungsi warning. dengan cara mengukur tinggi hujan diberbagai
tempat dan dibuat kurva hubungan antara curah hujan ( tinggi hujan ) yang turun
dengan tinggi muka air sungai yang akan terjadi. dengan ini masyarakat yang
akan terkena banjir bisa mendapatkan informasi lebih dini.
Water Culture
Agus
Maryono juga mengemukakan salah satu aspek yang penting selama ini belum
digarap yaitu aspek water culture. Water culture diartikan sebagia kepahaman
masyarakat sosial tentang masalah pemanfaatan air dan konservasi air yang ada
disekitar mereka. disamping itu juga kepahaman masyarakat terhadap air dan
seluruh sumber dan tata air serta perilaku mereka terhadap sumber dan tata air
tersebut. lebih jauh lagi yaitu kepahaman masyarakat tentang keterkaitan antara
air dengan ekologi termasuk masalah sosial dan ekonomi.
Membudayakan kultur air
ini tentunya tidak semudah membalikan tangan, salah satu proses yang harus
terus menerus di kembangkan adalah dimulai dengan pendidikan formal maupun non
formal tentang pentingnya air, kegunaan air, pengelolaan air. Tanpa ada upaya
membudayakan kesadaran seluruh masyarakat bahwa air merupakan hal yang sangat
penting dan perlu dilindungi dan dijaga dengan metode-metode yang dikuasai
masyarakat, maka tidak akan ada satu instansi maupun pemerintah sekuat tenaga
apapun yang mampu menyelamatkan air dan seluruh komponen lingkungan terkait,
termasuk manusia.
Terakhir, dua sisi air yang sangat bertolak belakang,
dibutuhkan untuk kelangsungan kehidupan dan dihindari ketika bencana besar
datang adalah salah satu fenomena yang tampak jelas terdapatnya hubungan yang
kuat antara air dan kehidupan. walaupun demikian infrastruktur untuk air
semacam hutan, daerah resapan dan daerah lepasan menjadi satu kewajiban untuk
dijaga agar kehidupan masih bisa mengalir dengan seimbang.

alam dan sisitimnya sudah diciptakan oleh Allah untuk dijaga dan dipelihara manusia. Tinggak kesadaran kitalah untuk melestarikan air yang ada di bumi
BalasHapussetuju, kesadaran manusia untuk menjaganya sangat penting. Terima kasih mbak :)
HapusAir...kecil jadi teman besar jadi lawan...
BalasHapusbetul, hari proporsional menggunakan air dan juga bijaksana
Hapus